- Etape 1 TdS (2 Juni 2013) 11.00 - 13.50 Stage 1, Bukittinggi – Equator, Bonjol : start Kota Bukittinggi-Kabupaten Pasaman Timur-finish di Equator Imam Bonjol.
- Etape 2 (3 Juni) 10.00 - 13.30 Stage 2, Payakumbuh – Lake Singkarak, Solok Regency : start Kota Payakumbuh-Kelok 9-Payakumbuh-Baso-Batu Sangkar-Rambatan-Ombilin-finish di dermaga singkarak.
- Etape 3 (4 Juni) 10.00 - 16.00 Stage 3, Padang Panjang – Batusangkar, Tanah Datar : start depan BRI Kota Padang Panjang-Lembah Anai-Kabupaten Padang Pariaman-Kota Pariaman-Lubuk Basung-Kelok 44-Simp.Padang Lua-Padang Panjang-Batipuah-Pariangan-Batusangkar-finish depan Istana Pagaruyung.
- Etape 4 (5 Juni) 10.00 - 15.00 Stage 4, Sijunjung – Pulau Punjung, Dharmasraya : start depan DPRD Muara Sijunjung-Pulau Punjuang-Koto Baru-Pulau Punjuang-finish depan kantor Bupati Dharmasraya.
- Etape 5 (6 Juni) 10.00 - 14.00 Stage 5, Sawahlunto – Muara Labuh, Solok Selatan : start lapangan segitiga Kota Sawahlunto-Muaro Kalaban-Solok Kota-Bukik Sileh-Danau Kembar-Surian-finish di RTH Muaro Labuah.
- Etape 6 (8 Juni) 10.00 - 14.00 Stage 6, Pariaman – Painan : start Pantai Gondoriah-Simpang Lubuk Alung-Fly Over Duku-Simpang DPRD Provinsi Sumbar-Simpang Alang Laweh-Bukit Putus-Teluk Bayur-Kabupaten Pesisir Selatan-Finish Pantai Carocok.
- Etape 7 (9 Juni) 10.00 - 14.00 Stage 7, Padang Pariaman - Padang Circuit Race : start kantor Bupati Padang Pariaman-Fly Over Duku-Simpang DPRD Provinsi Sumbar-Simpang Kandang-Simpang Haru-Simpang Lubeg-Pasar Bandar Buat-Pasar Baru Pauh-Komplek Unand-Simpang Ketaping-Fly Over by pass-depan Polsek Padang Barat-Jalan Samudra-Simpangn Pujasera-Muaro-Jembatan Sitinurbaya-Simpang Pujasera-Jalan Diponegoro-Jalan Damar-(Simpang Olo Ladang-Jl.A.Yani-Sudirman-Simpang Jamria-Pasar Pagi-Jl.Veteran-Simpang Olo Ladang-Simpang BI-6x putaran-finish depan kantor gubernur)
TERJEMAHKAN BAHASA
Senin, 03 Juni 2013
Jadwal dan Rute Tour De Singkarak TDS 2013 :
Pacu Jawi / Balap Sapi
Pacu jawi atau dapat disebut balapan sapi dalam bahasa Indonesia adalah sebuah atraksi permainan tradisional yang dilombakan di kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
Setiap tahun, lomba balap sapi ini diselenggarakan secara bergiliran selama empat minggu di empat kecamatan di kabupaten Tanah Datar, yaitu kecamatan Pariangan, kecamatan Rambatan, kecamatan Lima Kaum, dan kecamatan Sungai Tarab.
Pacu jawi telah ada sejak ratusan tahun lalu, yang pada awalnya merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani sehabis musim panen untuk mengisi waktu luang sekaligus menjadi sarana hiburan bagi masyarakat setempat.
Berbeda dengan karapan sapi di pulau Madura yang diselenggarakan di lintasan yang kering, pacu jawi di kabupaten Tanah Datar diselenggarakan di sawah-sawah milik masyarakat setempat sehabis panen dan dalam kondisi berlumpur. Uniknya, sepasang sapi hanya berlari sendiri tanpa lawan, bukan dengan pasangan lawan sebagaimana layaknya perlombaan. Dimana, penilaiannya adalah lurus atau tidak lurusnya sepasang sapi dalam berlari, disamping penilaian waktu tempuh lintasan.
Selain itu, kegiatan ini juga dipadukan dengan tradisi masyarakat setempat, seperti penampilan tarian dan permainan alat musik tradisional.
Cara Bermain :
Seorang joki mengendarai sepasang sapi (atau jawi dalam bahasa Minang) yang diapit oleh peralatan pembajak sawah sambil memegang tali dan menggigit ekor kedua sapi. Dimana seorang joki akan dibekali alat bajak pacu yang terbuat dari bambu sebagai alat berpijak sewaktu perlombaan dimulai. Alat tersebut merupakan salah satu peralatan yang digunakan oleh petani untuk membajak sawah. Kedua ekor sapi harus digigit ketika akan membuat lari sapi lebih cepat, semakin kuat ekor kedua sapi itu digigit, semakin cepat pula sapi itu berlari.
Pemenang pacu jawi adalah yang sepasang sapinya dapat berlari paling lurus tanpa sedikitpun berbelok hingga ke garis akhir atau garis finish. Biasanya dalam satu perlombaan akan terlihat banyak sapi yang berbelok, bahkan adapula yang berpindah ke sawah lain.
Setiap tahun, lomba balap sapi ini diselenggarakan secara bergiliran selama empat minggu di empat kecamatan di kabupaten Tanah Datar, yaitu kecamatan Pariangan, kecamatan Rambatan, kecamatan Lima Kaum, dan kecamatan Sungai Tarab.
Pacu jawi telah ada sejak ratusan tahun lalu, yang pada awalnya merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani sehabis musim panen untuk mengisi waktu luang sekaligus menjadi sarana hiburan bagi masyarakat setempat.
Berbeda dengan karapan sapi di pulau Madura yang diselenggarakan di lintasan yang kering, pacu jawi di kabupaten Tanah Datar diselenggarakan di sawah-sawah milik masyarakat setempat sehabis panen dan dalam kondisi berlumpur. Uniknya, sepasang sapi hanya berlari sendiri tanpa lawan, bukan dengan pasangan lawan sebagaimana layaknya perlombaan. Dimana, penilaiannya adalah lurus atau tidak lurusnya sepasang sapi dalam berlari, disamping penilaian waktu tempuh lintasan.
Selain itu, kegiatan ini juga dipadukan dengan tradisi masyarakat setempat, seperti penampilan tarian dan permainan alat musik tradisional.
Cara Bermain :
Seorang joki mengendarai sepasang sapi (atau jawi dalam bahasa Minang) yang diapit oleh peralatan pembajak sawah sambil memegang tali dan menggigit ekor kedua sapi. Dimana seorang joki akan dibekali alat bajak pacu yang terbuat dari bambu sebagai alat berpijak sewaktu perlombaan dimulai. Alat tersebut merupakan salah satu peralatan yang digunakan oleh petani untuk membajak sawah. Kedua ekor sapi harus digigit ketika akan membuat lari sapi lebih cepat, semakin kuat ekor kedua sapi itu digigit, semakin cepat pula sapi itu berlari.
Pemenang pacu jawi adalah yang sepasang sapinya dapat berlari paling lurus tanpa sedikitpun berbelok hingga ke garis akhir atau garis finish. Biasanya dalam satu perlombaan akan terlihat banyak sapi yang berbelok, bahkan adapula yang berpindah ke sawah lain.
Minggu, 02 Juni 2013
Kota Bukittinggi Ditetapkan Jadi Lokasi Start Tour de Singkarak 2013
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akhirnya menetapkan Kota Bukittinggi sebagai titik start event balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) kelima tahun 2013.
Terpilihnya Bukittinggi tidak terlepas dari segi sarana dan prasarana yang mendukung, terutama perhotelan, jalan, hingga keindahan alam turut mendukung sebagai tuan rumah start Tour de Singkarak.
Walikota Bukittinggi Ismet Amzis selanjutnya mengatakan, Kota Bukittinggi telah siap menjadi titik start TdS 2013, seluruh SKPD dan DPRD telah menyatakan dukungannya. Bahkan pemerintah bersama DPRD telah menempatkan jumlah anggaran yang dibutuhkan, meski belum merincikan berapa total biaya yang diperlukan.
“Sebagai kota destinasi pariwisata di Sumatera Barat sudah sepatutnya Bukittinggi mendapat kesempatan menjadi lokasi start event balap sepeda internasional, untuk itu pemerintah kota akan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung, sehingga tidak mengecewakan pihak panitia maupun pembalap yang ikut berpatisipasi,“ jelasnya.
Pada kesempatan yang sama Kasubdit Promosi Wilayah Sumatra dari Kemenparekraf, Raseno Arya mengatakan, Ini telah menjadi ketetapan Kemenparekraf, dan tidak akan dirubah, Kami juga telah melakukan surfey, dan ternyata Kota Bukittinggi memang layak untuk menjadi titik start TdS 2013.
Pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kepolisian daerah hingga ke tingkat pemerintah kota dan kabupaten beserta pihak terkait, untuk membahas berbagai persiapan untuk menyukseskan TdS 2013.
“Kegiatan ini sudah mendunia dan telah tercatat di agenda tahunan internasional Union Cycliste Internationale (UCI). Oleh karena itu segala persiapan dan pelaksanaan harus dilakukan secara matang. Kami berharap, segala unsur pemerintah hingga masyarakat bisa mendukungnya dengan baik,” terangnya
Raseno Arya menambahkan, pada TdS 2013 nanti Kemenparekraf menargetkan 25 negara ikut serta menjadi peserta. Saat ini ada beberapa negara yang telah mengkonfirmasi ketertarikannya untuk menjadi peserta, seperti Australia, Jepang, China dan Malaysia.
Sementara itu Konsultan TdS 2013 Sondi Sampurno menjelaskan, penentuan etape Tour de Singkarak 2013 akan dipilih setelah melalui survey pada awal Januari 2013, dengan mempertimbangkan unsur keamanan, keindahan alam dan tantangan yang akan dilalui.
“Pada TdS 2013 nanti seluruh kegiatan pendukung TdS juga dipersiapkan dengan baik oleh pemerintah kota dan kabupaten di Sumbar, serta bisa berkoordinasi dengan panitia pusat,” ungkapnya.
Setiap daerah tambah Sondi Sampurno hendaknya menampilkan kesenian dan budaya khas masing-masing, dengan tidak hanya Tari Pasambahan semata, sehingga tampak monoton dan tidak menarik bagi peserta. (RRI/tourdesingkarak)
Terpilihnya Bukittinggi tidak terlepas dari segi sarana dan prasarana yang mendukung, terutama perhotelan, jalan, hingga keindahan alam turut mendukung sebagai tuan rumah start Tour de Singkarak.
Walikota Bukittinggi Ismet Amzis selanjutnya mengatakan, Kota Bukittinggi telah siap menjadi titik start TdS 2013, seluruh SKPD dan DPRD telah menyatakan dukungannya. Bahkan pemerintah bersama DPRD telah menempatkan jumlah anggaran yang dibutuhkan, meski belum merincikan berapa total biaya yang diperlukan.
“Sebagai kota destinasi pariwisata di Sumatera Barat sudah sepatutnya Bukittinggi mendapat kesempatan menjadi lokasi start event balap sepeda internasional, untuk itu pemerintah kota akan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung, sehingga tidak mengecewakan pihak panitia maupun pembalap yang ikut berpatisipasi,“ jelasnya.
Pada kesempatan yang sama Kasubdit Promosi Wilayah Sumatra dari Kemenparekraf, Raseno Arya mengatakan, Ini telah menjadi ketetapan Kemenparekraf, dan tidak akan dirubah, Kami juga telah melakukan surfey, dan ternyata Kota Bukittinggi memang layak untuk menjadi titik start TdS 2013.
Pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kepolisian daerah hingga ke tingkat pemerintah kota dan kabupaten beserta pihak terkait, untuk membahas berbagai persiapan untuk menyukseskan TdS 2013.
“Kegiatan ini sudah mendunia dan telah tercatat di agenda tahunan internasional Union Cycliste Internationale (UCI). Oleh karena itu segala persiapan dan pelaksanaan harus dilakukan secara matang. Kami berharap, segala unsur pemerintah hingga masyarakat bisa mendukungnya dengan baik,” terangnya
Raseno Arya menambahkan, pada TdS 2013 nanti Kemenparekraf menargetkan 25 negara ikut serta menjadi peserta. Saat ini ada beberapa negara yang telah mengkonfirmasi ketertarikannya untuk menjadi peserta, seperti Australia, Jepang, China dan Malaysia.
Sementara itu Konsultan TdS 2013 Sondi Sampurno menjelaskan, penentuan etape Tour de Singkarak 2013 akan dipilih setelah melalui survey pada awal Januari 2013, dengan mempertimbangkan unsur keamanan, keindahan alam dan tantangan yang akan dilalui.
“Pada TdS 2013 nanti seluruh kegiatan pendukung TdS juga dipersiapkan dengan baik oleh pemerintah kota dan kabupaten di Sumbar, serta bisa berkoordinasi dengan panitia pusat,” ungkapnya.
Setiap daerah tambah Sondi Sampurno hendaknya menampilkan kesenian dan budaya khas masing-masing, dengan tidak hanya Tari Pasambahan semata, sehingga tampak monoton dan tidak menarik bagi peserta. (RRI/tourdesingkarak)
Langganan:
Postingan (Atom)